Tampilkan postingan dengan label soto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label soto. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Desember 2010

Come eat Soto Golak

You are a true connoisseu for  Soto, soto golak could be included in the row list soto culinary tour. In addition to unique, now it's been very difficult to find a soup that is served with fried golak.

Golak is complementary snacks made from cassava raw material. Snacks berkuah complement this dish mostly found along the KALIWIRO until Wadaslintang. But to enjoy soto golak, you do not have to bother to region, a distance of about 30-45 kilometers from downtown Wonosobo.

Just come on Jl Dieng 59, or about 100 meters from the fountain roundabout Bugangan, soto stall golak Mba Asih easily found. Stall that measures just 4x10 m this looks pretty simple. There was only one wagon and three long rows of tables, and kitchen space without partition constraints make the customer can know exactly how the soup is served.
A serving of soup made golak Sukiasih (33) contains, among other cuts of meat, a sprinkling of peanuts that have been fried glass noodles and noodles.

Met in his busy serving customers, which is familiarly called Asih Sukiasih said, the soup recipe golak who became one of the typical foods that are mixed Wonosobo own. "Taste the difference tauco soto soto golak compared with other types. Also a thick broth soup golak progressively increased enjoyment," he said.

Soto served golak Asih indeed quite the appetite. Served hot, along with a serving of fried small plates golak able to satiate the stomach. Though the soup is not added to rice cake or rice.
Not only soup menu Asih golak are sold, but also there ongklok noodles and beef satay, meatballs meatballs and beef ribs. A serving of soup golak, Asih fix the price of Rp.6,000, while the other menus, mi ongklok Rp.3,000, Rp.5,000 and meatballs meatballs beef ribs Rp.10,000.

Each day stalls are open from 09:00 to 19:00 o'clock. Golak homemade soup menu Asih, was already familiar to the tongue of city officials in this cool temperate, reason, almost every Lebaran menu served in an open house activities regent together with the community. (Hartatik/CN13)

Source: suaramerdeka.com

See also:
Sour Sally
Dim Sum

Selasa, 30 November 2010

Minuman Wine Halal

AMSTERDAM (Berita SuaraMedia) – Taner Tabak (35) telah berusaha memperoleh sertifikat Wine putih halal selama dua tahun, dan kini ia telah berhasil. "Kevserhelalwine" miliknya lolos tes dan mendapat sertifikat halal dari Kontrol Kualitas Halal (Halal Quality Control – HQC).

Pencarian Tabak akan anggur dengan kadar alkohol 0% dilakukan atas permintaan kaum Muslim. Pada pertemuan setiap hari Jumat, mereka tidak dapat minum bersama kolega dan teman-teman dan sebuah "Wine halal" dapat menjadi solusi bagi persoalan itu.

Tabak mempelajari proses pembuatan Wine bebas alkohol. Melalui sebuah proses teknis baru, yang membuatnya mendapatkan hak paten, Tabak, bekerjasama dengan sebuah perusahaan Jerman, berhasil membuat Wine bebas alkohol. Tabak mengatakan memang telah ada minuman Wine yang dikatakan bebas alkohol, namun mereka tidak lolos tes halal HQC karena masih mengandung sedikit alkohol.

HQC memiliki banyak syarat sebelum mereka memberikan sebuah sertifikat pada suatu produk. Sebuah permintaan tambahan untuk memperoleh sertifikat contohnya adalah peraturan higienis. Mereka mengerjakannya di bawah konsultasi dengan HQC. Tabak mengatakan, "Wine halal tidak dibuat begitu saja!"

Kelompok sasaran Tabak bukan hanya kaum Muslim, melainkan lebih luas lagi. "Yang juga menjadi sasaran saya adalah para wanita hamil, mereka yang terkena diabetes, mereka yang harus menyetir setelah menghadiri sebuah pesta dan karena itu tidak bisa minum alkohol dan sebagainya."

Di antara koleksi Tabak adalah Wine merah, putih, dan mawar, juga Wine yang berat. Ia yakin akan kelezatan rasa Wine nya dan baru-baru ini menantang seorang ahli Wine Nicolaas Klei untuk datang dan mencicipi anggurnya.

Nama kevser merujuk pada sebuah surat di Al Quran, jelas Tabak. Surat itu berbicara tentang Wine halal.

Tabak tidak khawatir akan penjualan Wine - nya. Negara-negara seperti Malaysia, Azerbaijan, Dubai, dan bahkan Arab Saudi telah menunjukkan ketertarikannya, ujar Tabak dengan antusias.

Tabak menjual Kevserhelalwine melalui perusahaan miliknya, Talay Wine Company, dengan harga rata-rata 6-7 euro (Rp. 90.000 – 100.000).

"Kami telah mengubah yang haram menjadi halal. Wine yang berasa seperti Wine tapi benar-benar bebas alkohol, dan kami memproduksinya," ujar Tabak.

Wine halal buatan Tabak bukan satu-satunya minuman beralkohol yang tidak mengandung alkohol. Tahun lalu, di Perancis diproduksi Chamalal, sampanye halal. Seperti sampanye pada umumnya, minuman ini juga terbuat dari Wine dan bergelembung, namun bebas alkohol.

Diluncurkan pada bulan September, tepat menjelang bulan suci Ramadhan tahun 2008, Chamala terbukti berhasil diterima di negara asal sampanye itu. Tidak ada satu acara pun yang akan lengkap tanpa kehadirannya.
Versi halal gelembung sampanye ini dijual dengan harga sekitar 60 euro (Rp. 900.000) per botol di beberapa restoran, namun jauh lebih murah jika membelinya di supermarket.

Penemu Chamalal, Rachid Gacem, mengatakan bahwa ia melihat adanya celah dalam pasar minuman beralkohol.

"Ketika saya datang ke pesta dan semua orang meminum alkohol, seperti sampanye, mereka seringkali menanyakan apakah saya mau minum satu gelas. Tapi kami (Muslim) tidak minum alkohol. Karena saya ingin menjadi bagian dari pesta, saya ingin meminum sesuatu yang seperti sampanye, tapi bukan sampanye."
Menanggapi minuman tersebut, tak semua Muslim lantas setuju. Beberapa di antara pemeluk Islam mempertanyakan bahkan meragukan kandungan isi Cham'alal. Seperti komentar-komentar di situs berita online yang menulis tentang peluncuran Cham'alal, yang salah satunya berbunyi, "Apakah itu benar-benar minuman Wine berkarbonasi?". (rin/iie/itn/fw/rpk/at) Dikutip oleh www.suaramedia.com

Sumber : suaramedia.com

Lihat juga:
Sate
Soto

Senin, 29 November 2010

Namanari

Jenis asli Sushi, hari ini diklasifikasikan sebagai nare-Zushi (馴れ 寿司, 熟 寿司), pertama kali dikembangkan di suatu tempat di Asia Tenggara, menyebarkan ke Jepang. Ikan asin dan dibungkus dengan padi fermentasi, hidangan nasi tradisional lacto-fermentasi. Nare-Zushi terbuat dari ikan ini memusnahkan disimpan dalam padi fermentasi untuk pengawetan. Nare-Zushi disimpan selama fermentasi selama beberapa bulan kemudian dihapus. Beras difermentasi dibuang dan ikan adalah bagian hanya dikonsumsi. Sushi awal ini menjadi sumber protein.

Orang Jepang lebih suka makan ikan dengan beras, dikenal sebagai namanare atau namanari (生成, なまなれ, な ま なり). Selama periode Muromachi namanare adalah jenis yang paling populer sushi. Namanare adalah sebagian ikan mentah terbungkus beras, dikonsumsi segar, sebelum hilang rasa nya. Cara baru mengkonsumsi ikan tidak lagi menjadi bentuk pelestarian melainkan hidangan baru dalam masakan Jepang.

Selama era Edo (awal periode modern, 1603-1868 di Jepang), jenis ketiga Sushi diperkenalkan, haya-Zushi (早 寿司, 早 ずし). Haya-Zushi dihimpun sehingga baik nasi dan ikan bisa dikonsumsi pada saat yang sama, dan hidangan menjadi unik untuk budaya Jepang. Ini adalah pertama kalinya bahwa beras tidak digunakan untuk fermentasi. Beras sekarang dicampur dengan cuka. Ikan, sayuran dan makanan kering diawetkan akan ditambahkan. Jenis sushi masih sangat populer saat ini. Setiap daerah memanfaatkan rasa lokal untuk menghasilkan berbagai Sushi yang telah diwariskan selama beberapa generasi.

Ketika Tokyo masih dipanggil Edo, pada awal abad ke-19, warung makan mobile menjadi layanan makanan dominan. Selama periode Zushi nigiri-(握り 寿司) diperkenalkan. Nigiri-Zushi adalah jenis yang paling umum sushi di restoran Sushi todays. Ini adalah gundukan oblong beras dengan sepotong ikan tersampir di atasnya. Setelah gempa bumi Great Kanto pada tahun 1923, nigiri-Sushi koki kehilangan pekerjaan dan tersebar di seluruh Jepang dan mempopulerkan hidangan di seluruh negeri.

Hari ini piring Sushi internasional dikenal sebagai "Sushi" (nigirizushi; varietas Kanto) adalah makanan cepat saji ditemukan oleh Hanaya Yohei (华 屋 与 兵卫; 1799-1858) pada akhir periode Edo di hari ini di Tokyo (Edo). Orang-orang di Tokyo tinggal tergesa-gesa bahkan seratus tahun yang lalu. nigirizushi ini ditemukan oleh Hanaya tidak difermentasi dan dapat dimakan menggunakan jari atau sumpit. Itu adalah bentuk awal dari makanan cepat saji yang dapat dimakan di sisi jalan atau di teater.

Funazushi
Funazushi adalah jenis langka nApakah-Zushi masih siap dekat danau Biwa, Shiga Prefektur. Delapan belas generasi dari keluarga Kitamura telah mempersiapkan piring (dengan telur utuh) di Kitashina sejak 1619.

Segar Funa (ikan mas crucian dari danau) adalah skala dan memusnahkan melalui insang mereka menjaga tubuh (dan sering telur) ikan utuh. ikan ini kemudian dikemas dengan garam dan berusia selama setahun sebelum dikemas ulang setiap tahun di beras hingga empat tahun. Ikan yang difermentasi yang dihasilkan dapat dilayani diiris tipis atau digunakan sebagai bahan dalam masakan lainnya.

Sumber: en.wikipedia

Lihat juga:
Dim Sum
Soto

Macam-macam Jenis Dim Sum

Siapa tak kenal Dim Sum? Kalau di Indonesia kita sering mengaitkannya dengan somay. Walaupun sebetulnya, dim sum tidak melulu somay. Dim sum sendiri adalah makanan khas Kanton, RRC. Biasanya dim sum disajikan dalam porsi kecil di dalam pengukus bambu atau di atas piring kecil.

Awalnya dim sum disajikan di kedai teh untuk para pedagang jalur sutra yang sedang beristirahat. Dim sum baru hadir ketika diketahui bahwa teh memiliki khasiat baik untuk pencernaan. Sehingga pemilik kedai mulai menyajikan dim sum sebagai teman minum teh dan pelepas lelah. Teh yang populer untuk menemani dim sum biasanya adalah Pu-erh tea, Chrysanthemum tea, Green tea, Oolong tea, atau teh aroma.


Dim sum tradisional biasanya terdiri dari berbagai macam bakpao, dumpling (kue bola), ataupun sejenis lumpia. Isian dim sum tradisional bervariasi mulai dari ayam, sapi, daging babi, udang ataupun sayur-sayuran.
Dim sum juga bisa terdiri dari variasi sup dan bubur. Cara memasaknya pun tidak hanya dikukus, tapi juga bisa digoreng, maupun dipanggang.

Macam-macam dim sum:

Gao (Dumpling/kue bola)
Gao dibuat dengan membungkus isian dengan kulit yang dibuat dari tepung beras atau tepung terigu. Kalau di Indonesia semacam kulit pangsit namun lebih tipis lagi. Ada beberapa jenis Gao.

* Har Gao (Shrimp Dumpling) - Dumpling kukus dengan isian udang cincang.
* Fun Gao (Chiu-chao style dumpling) - Dumpling khas prefektur Chaozhou. Isiannya terdiri dari kacang, lokio, bawang putih, daging babi, ebi, dan jamur. Dibungkus dengan kulit dari tepung ketan dan disajikan bersama minyak cabai.
* Jiaozi - Isiannya daging dan kol, dikukus, kemudian digoreng.
* Shaomai - Bahasa Indonesianya Somay. Isiannya biasanya daging babi, atau udang dengan sedikit topping telur kepiting atau jamur.

Bau (Bakpao)
Bakpao bisa dimasak dengan cara dikukus maupun dipanggang. Dibuat dari tepung terigu dengan isian daging, sayur, ataupun pasta kacang.

* Char siu baau - Isiannya barbecue daging babi. Bisa di kukus maupun dipanggang.
* Shanghai Steamed Buns - Bakpao khas Shanghai dengan isian daging atau seafood serta kaldu.

Rice Noodle Roll
Mi lebar yang dibuat dari tepung beras, dikukus, kemudian digulung. Bisa diberi isian bisa juga tidak. Kadang-kadang juga digoreng. Disajikan dengan kecap manis atau saus.

Phoenix Talons
Kaki ayam alias ceker. Digoreng, direbus, dan di rendam dalam bumbu saus Douchi kemudian dikukus.Warnanya saat disajikan merah gelap.

Steamed Meatball
Bola daging sapi kukus yang disajikan dengan tofu skin/kembang tahu di bawahnya.

Spare Ribs
Daging iga yang dikukus dengan saus douchi dan potongan cabai.

Lotus Leaf Rice
Nasi ketan yang dibungkus daun lotus. Isiannya kuning telur, scallop, jamur, kastanye, dan daging. Dimasak dengan dikukus.

Congee
Bubur dengan berbagai pilihan isian.

Sumber : resepdunia.blogspot.com


Lihat juga:
Soto

Kamis, 25 November 2010

Yellow Soto

Bogor yellow Soto enough fans. In this rainy city, many sellers are peddling soup on the sidewalk. But if you want to feel the most comfortable, go to Jalan Suryakencana (Surken) Bogor precisely Hunchback Mr. Soto and Mr. Joseph. It's right at the intersection jl. Wheels, Gg. Aut, Suryakencana, District Central Bogor, Bogor.

This soup is made from coconut milk laced with turmeric until golden color. The contents of beef and offal is placed on the container which was covered with banana leaves. With a sharpened iron, buyers can pick and stabbed the meat of choice. There is tripe, tongue, meat, tendons, and intestines. Once selected, carpenters soto chop in match size and arranging them in a bowl. Once equipped with sweet soy sauce, chopped celery, and fried onions, beef broth soup was doused hot nan. Very good taste. There is also provided chips or fried chips as an additional jengkol.

But to be able to enjoy the pleasures of this Hunchback Pak yellow soup, visitors should arrive at 7 am, because at 10 it is definitely gone. Moreover, when Saturdays, Sundays, and holidays, must scramble. No wonder that Mr. Soto Hunchback could spend jerohan 6 kg of meat and cattle a day.

A similar Soto also enjoyed the afternoon at another merchant. It lies still on Jl. Suryakencana, across from the Bank CIC. The seller is Mr. Blue. The price is the same as Mr. Hunchback that is between Rp 1,500 - Rp. 3,000 or USD 1,000 for rice added.

Same with Mr. Soto and Mr. Joseph Hunchback, in Soto Pak Iwan, buyers also must be willing to stand in line when Saturday night arrives. Because the bench that provided very limited. It could if we came at 19:00, sotonya already exhausted. Though Iwan, began to open a new merchandise at 17.00. Soto most delicious yellow chips accompanied jengkol. Do not be afraid of the smell, because with such processing, taste and smell jengkol almost disappeared. (* / Unt)

Source: radar-bogor.co.id

See also:
Burger King
Sour Sally

Rabu, 24 November 2010

Presenter Marissa Nasution like Ice cream

Presenter Marissa Nasution (24), really like Ice cream. Start small to adult tastes now it has not changed. "I really like Ice cream," he said when met at the Dragon Fly, Gatot Subroto, yesterday (11/11).

Due to the Ice cream is her favorite, Marissa was chosen as the brand ambassador one of Wall's products. When asked who first gave him Ice cream, a former boyfriend Daniel Mananta replied the mother. "Mama who like to love and live like it. It seemed when I eat ice cream, melting instantly bad mood, "he continued.

Because of that habit, she always has a supply of ice cream at home. If you're tired of working or want to relax, he could enjoy ice cream without having to buy at the mall. Often eating ice cream did not make women who are doing business these shoes fear of fat. "I do not fear. When talking about fat issues, live sport, "he said.

Although almost every day to eat dairy menu, Marissa always find its own preoccupations in each Ice cream. "Believe it can not, I always feel the sensation at first bite Ice cream. If it were so, the time will add more happy happy. If you're sad too suddenly become happy, "he said.

It was proved when he was fighting with her boyfriend, Rafael. Resentment in the hearts of lost it immediately after eating his favorite. Similarly, when the Insert presenter was annoyed with her boyfriend. If it is brought ice cream, he's so easily persuaded. "Anyway, so nice deh when eating ice cream. Luggage so happy to continue, "he said.

Source: jan/c10/ayi/jpn - hariansumutpos.com

See also:
Wine
Soto

Senin, 22 November 2010

membuat Soto Ikan Pari di Rumah

Kamu tau Ikan Pari? Tahukah kalau jenis ikan ini bisa dimasak berbagai macam jenis makanan dan salah satunya adalah Soto Ikan pari? Penasaran dengan rasanya? Berikut akan dijelaskan mengenai resep bahan-bahan dan cara membuat Soto Ikan Pari.

Bahan:
2 sdm minyak untuk menumis
1 lbr daun salam
3 lbr daun jeruk
2 btg serai, memarkan
750 ml santan
250 gr ikan asap
100 gr daun melinjo
1 bh tomat, potong-potong

Haluskan:
4 bh bawang merah
2 siung bawang putih
3 btr kemiri
1 sdt ketumbar
½ sdt lada
5 btr jinten
1 cm jahe
1 cm kunyit
1 cm lengkuas
1 sdt garam

Cara membuat:
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, masukkan daun salam, daun jeruk, dan serai. Masak sampai bumbu matang dan harum.
2. Masukkan santan, masak sampai mendidih.
3. Tambahkan potongan ikan asap, daun melinjo, dan tomat. Masak sampai semua bahan matang.

Untuk 6 orang

Sumber : Nuraini W - Klub Nova- female.kompas.com

Lihat juga :
Burger King
Sate

Minggu, 21 November 2010

Soto Meatball Pak Saeton

Various types of Soto may have been common in parts of the archipelago, as one dish berkuah with a variety of menu choices like chicken soup, meat, and tripe.

Unlike the case with the presentation type of soup is served at the stall Pak Saeton Barong located at Jalan 156, Bakungan Village, District Glagah, Banyuwangi.

This soup is served with a mix of meatballs, Banyuwangi people used to call it meatball soup. Form of presentation is the same with soup and meatballs in general, with complementary and vermicelli noodles, a little fried onions and celery are then mixed gravy meatball soup.

The picture looks outstanding in preparing this meal is a yellow soup, so that when viewed as kind of soup in general.

The new person can tell the difference, if it is felt these dishes. It was, no less delicious with chicken soup, meat, or tripe.

First time to enjoy the meatball soup broth was outstanding, it feels so wonderful as eating meatballs mixed with soup. Merger sauce and meatball soup was so attached dilidah, thus creating a delicacy for the audience.

Enjoyment was added to the bulb dish of meat, chicken claw, head of chicken, beef and mixed balungan innards.

For connoisseurs do not have to select all menu complement meatball soup because these foods will make the extra belly full, but regular purchaser menu mix according to taste.

Usually they mix the meatball soup between the bulb plus the claw meat and chicken heads, there are also buyers who just want to enjoy balungan mixed cow innards.

This meatball soup can be eaten with rice or rice cake.

Meatball soup secret pleasure is derived from the gravy, soup seasoning mix them consist of sere, turmeric, laos, ginger, garlic, onion, pepper, broth mixed with meatballs that come from immersion balungan and beef.

Every day the shop owner always prepare 10 pounds of chicken heads and chicken claw 10 kg, meat to make the bulb 14 kg, and balungan cows up to 20 kg.

As a result, almost every day shop open Pak Saeton that began at 11:00 to 17:00 am always filled with visitors, even every day can usually spend up to 700 bowls.

For the price of soup meatballs per serving according to the number of the selected menu. For the regular menu, mixed bulb and head of a chicken claw, buyer just pay Rp 5 thousand.

Shape the success of Mr. Saeton combines two flavors of meatballs and meatball soup into soup originally had a doubt, what future products can be accepted in society. Moreover, society generally Banyuwangi tongue is so sensitive to every dish.

"People Banyuwangi was always choose and fussy with food, cooking apabaila unpleasant, yes daganganya not sell," said the man born 68 years ago this.

According to Mr. Saeton when that idea came because he wanted to create a different menu, good for the hobby to sit and eat meatballs and soup. So people can feel both these foods, as well as meatball soup.

At first it was so weird to hear meatballs mixed soup, as currently in Banyuwangi is only known salad soup, but because they want to be different, Mr. Saeton try mencapur both desperate to make a breakthrough.

First opened business in 1971, a meatball soup stall has not been known and known to the public "Blambangan Earth." But gradually it began to stall many buyers visited.

"First open stalls deserted, shops began to busy buyers because spread by word of mouth from people who've tried it," he explained.

Now the struggle to create different menus combine soup and meatballs which began 39 years ago by Mr. Saeton not in vain, even not only known by the people of Banyuwangi, but the people outside, such as from Jakarta, Malang, Surabaya, is also often stopped by to enjoy a meatball soup Pak Saeton.

Riot buyers who stop by the kiosk to make the results of its sales turnover per day can make a profit reached Rp 3, 5 million.

Source: Fachrur Rozi - antarajatim.com

See also:
Sate
Hanamasa

Senin, 15 November 2010

Steak Enak Di Cowboys

Cowboys Steak & Koktail adalah salah satu steakhouses utama Praha, yang menyajikan hidangan dan anggur yang sangat baik baik di Kota Kecil bersejarah (Mala Strana) wilayah kota.

Cowboys terletak di ruang bawah tanah luas abad ke-17. pencahayaan Pintar dan cermin besar mengeluarkan kontur dalam terkena batu bata, sedangkan kulit dan kulit sapi pelapis menyediakan tempat duduk yang nyaman di lingkungan, rencana modern terbuka.

Cowboys fitur menu halus potongan daging didatangkan dari Uruguay, Brasil dan Amerika Serikat.
Starter termasuk udang windu, gurita panggang dan strip ayam renyah. Di antara makanan penutup yang cheesecake buatan sendiri baik Amerika dan fondants coklat.

Daftar anggur yang luas, dan mencakup sejumlah anggur internasional yang mahal. Meskipun, ada beberapa anggur Ceko lezat di ujung bawah juga. Apa pun yang Anda memesan harus baik - Cowboys memiliki pembeli anggur tersendiri.

Suasana di Cowboys adalah santai. Lagu-lagu latar belakang tetap rendah untuk memungkinkan percakapan. Ada juga sebuah bar cocktail di rumah, yang akan hidup di akhir pekan. Ini sangat ideal untuk minum sebelum atau setelah makan malam, dengan berbagai koktail dan tembakan untuk memilih dari.
Dari April sampai September tamu dapat bersantap di teras atap dipanaskan, yang menawarkan pemandangan panorama yang luar biasa dari Praha. Hal ini membuat Cowboys berhenti baik untuk makan siang setelah kunjungan ke Prague Castle, atau untuk makan malam untuk mengagumi keindahan Praha sebagai gulungan senja dan lampu-lampu kota up. Untuk malam dingin, teras memiliki luas konservatori dipanaskan.

Cowboys merupakan restoran yang baik dan layak dikunjungi bahkan untuk mereka yang tidak tinggal di daerah Kota Kecil. Ini adalah sepuluh menit berjalan kaki dari Charles Bridge Facebook jalan Nerudova, ke arah Prague Castle.

Cowboys lebih dari Steakhouse. Menu ini bervariasi dan menarik bagi kelompok semua selera dan usia, untuk liburan dan untuk bisnis. Dalam bulan-bulan hangat teras atap menambahkan dimensi lain. Ini adalah tempat yang bagus untuk kelompok mendapatkan-bersama. Advance pemesanan sangat penting. (Pragueexperience.com)

Lihat juga:
Hanamasa
Soto

Minggu, 14 November 2010

Gurihnya Soto Kaki

Jangan mengaku penggila Soto kalau belum mencicipi soto yang satu ini. Kuah yang berwarna kuning kecokelatan sedikit kental dengan isian dengkul dan kaki sapi yang empuk gurih kenyil-kenyil. Taburan emping, kerupuk aci, irisan daun bawang dan bawang goreng membuat rasanya makin dahsyat! Bersiap-siaplah mengusap butiran keringat yang berlelehan!

Mendung yang menggelayuti Jakarta sejak pagi semakin menguatkan niat saya untuk 'nyoto' siang ini. Hmm..bayangan Soto kaki sapi yang sudah terkenal di daerah Paseban pun terlintas di benak saya. Dengan segera saya meluncur ke kawasan Paseban, Percetakan Negara, Jakarta Pusat.

Setibanya di sana ternyata warung sederhana milik H. Sarnadi ini sudah disesaki pengunjung. Untung saja masih tersisa satu tempat lagi untuk saya. Warung Soto Mencos H. Sarnadi ini memang sudah terkenal sejak lama, kurang lebih sudah 40 tahun. Tak heran jika warung ini tak pernah sepi pengunjung meskipun buka hingga pukul 8 malam.

Tumpukan dengkul dan urat kaki sapi yang sudah direbus dan dipotong-potong berada di sebuah lemari kaca. Warnanya kekuningan karena pada saat merebus sudah dicampur dengan bumbu rempah selama kurang lebih 6 jam. Sehingga bumbu sudah meresap dengan baik kedalam dagingnya.

Umumnya Soto Betawi memakai daging dan jeroan sapi (babat, paru, iso dan limpa) tetapi Soto yang satu ini justru mengandalkan dengkul, urat kaki sapi sebagai isiannya. Tentu saja bagian yang kenyil-kinyil, alot dan tak ada daging sama sekali ini perlu perlakuan khusus saat mengolahnya. Warung soto Mencos ini membuktikan bahwa yang sepelepun bisa jadi sedap tak terkira!

Soto disajikan dalam mangkuk sedang bersama dengan sepiring nasi putih hangat bertabur bawang goreng yang royal membuat saya semakin tak sabar untuk segera menyantapnya, sluurrp! Sambal cabai rawit dan acar mentimun wortel dalam stoples kaca plus irisan jeruk limau disediakan sebagai condiment yang bebas diambil sepuasnya.

Warna kuning kecokelatan sangat mendominasi warna kuah Soto-nya. Selain kaki sapi yang banyak, irisan daun bawang, tomat, emping dan kerupuk aci yang ditaburi diatasnya menambah rasa gurih Soto mencos ini. Saat kuahnya sampai di lidah, hmm.. rasa gurih dan rasa daging yang kuat langsung menyergap tenggorokan.

Apalagi setelah diaduk dengan sedikit kucuran jeruk limau dan sambal rawit merah, hmm.. rasa sedikit asam dan pedas plus aroma jeruk limau membuat rasanya makin hebat! Kuah santannya yang berwarna kuning kecokelatan ini agak sedikit kental. Rasa gurih pun cukup meresap ke dalam daging kaki sapinya. Teksturnya empuk kenyil-kenyil sama sekali tidak ada perlawanan saat dikunyah. Tambah enak saat disantap dengan nasi putih hangat dan juga acar mentimun dan bawang merah, sungguh nikmat!

Dugaan saya rasa gurihnya kuah Soto-nya juga berasal dari santan. Meskipun menggunakan santan tak lantas membuat saya jadi eneg. Soto mencos ini juga masih teramasuk dalam salah satu jenis Soto Betawi. Kalau biasanya Soto Betawi berwarna putih karena menggunakan susu atau santan, Soto betawi yang ini menggunakan santan kental serta bumbu yang mengandung kunyit sehingga kuahnya berwarna kuning kecoklatan. Tapi ada juga Soto Betawi yang warnanya sedikit kemerahan karena memakai tambahan cabai merah.

Segelas teh tawar hangat pun segera menyapu jejak Soto di tenggorokan. O ya, di warung Soto mencos milik H. Sarnadi ini jangan membayangkan berbagai jenis minuman bisa dipesan sebagai pelepas dahaga. Di tempat ini setiap pengunjung diberikan teh tawar hangat secara cuma-cuma. Pilihan lainnya hanya es jeruk dan juga beberapa jenis minuman ringan. Cukup sederhana bukan?

Soal harga, warung Soto yang terletak di Jl. Percetakan Negara No.2D, Jakarta Pusat ini memasang tarif yang cukup ramah di kantong. Seporsi Soto mencos di hargai Rp 15.000,00 harga yang relatif terjangkau bukan? Nah, kalau bingung ingin makan apa siang ini, Soto mencos H. Sarnadi mungkin bisa jadi pilihan. Dijamin kemringet merasakan sensasi sedapnya! (Eka Septia / Odi - detikfood)

Lihat juga :
Wine
Ice cream

Jumat, 12 November 2010

Soto campur Madura

Jika Anda penggemar berat Soto, tak ada salahnya mencicipi hidangan yang satu ini. Soto campur lorjuk, Soto yang dicampur dengan kerang pisau yang banyak terdapat diwilayah Pesisir Pemekasan, Madura. Rasanya dijamin gurih dan sedap.

Tidak jauh berbeda dengan Soto pada umumnya, Soto lorjuk juga diberi irisan lontong, bihun, keripik tete dan taburan bawang goreng. Yang membedakan Soto campur lorjuk dengan Soto lainnya hanya pada kuahnya, yakni kuah lorjuk yang gurih karena disajikan bersama lorjuk sejenis kerang pisau yang biasanya hidup dipasir pantai.

Nanang Sofyanto salah seorang penikmat Soto lorjuk mengatakan, rasa Soto lorjuk berbeda dengan Soto lainnya. Karena ada campuran lorjuk serta kuah lorjuk sehingga Soto terasa gurih.

Hanifah penjual Soto campur lorjuk mengatakan, Soto campur lorjuk sangat diminati warga. Setiap hari tidak kurang dari 50 piring Soto dijualnya. Hanifah mengaku mendapatkan bahan baku lorjuk atau kerang pisau dari para nelayan di Pesisir Pantai Bundar Pamekasan.

Bagi Anda penggemar Soto, mungkin tidak ada salahnya bila berkunjung ke Pamekasan Anda bisa mencoba kenikmatan Soto campur lorjuk di Jalan Asem Manis kota Pamekasan. Terlebih lagi dengan hanya uang 4 ribu rupiah, Anda sudah bisa menikmati gurihnya kuah Soto lorjuk. (Ahmad Baehaqi/Dv/Ijs - Indosiar)

Lihat juga :
Sour Sally
Burger King

Kamis, 11 November 2010

What is definition of Dim Sum

What is Dim Sum?
Dim Sum means "little heart" or "touch your heart"-- an apt reference to these little dishes that both delight the palate and capture the imagination. Dim Sum is Cantonese cuisine that comes mainly in the form of steamed and fried dumplings containing a wide array of mouth-watering fillings. The quantity of each dish in dim sum was kept small-the delicacies were served in tiers of bamboo steamers or small to medium-sized plates-so that many different varieties could be sampled: crisp croquettes, translucent dumplings, sticky cakes, fried rice, etc..

Dim Sum and Tea
Long before the Spanish created tapas and the Americans discovered finger foods, the southern Chinese were gathering for yum cha (tea) and sampling savory morsels known as dim sum.

The custom of tea drinking in China dates back to the legendary Shen Nung, who is said to have personally tried hundreds of grasses and herbs to test their medicinal effects and toxicity. Tea was a popular drink by the Sung Dynasty (960-1280 A.D.), and gradually, innovations in the tea drinking custom were introduced. In addition to a high level of connoisseurship of the various types of teas and improvements in the quality of tea leaves, a broad variety of accompaniments to tea drinking began to appear - dim sum.

Eating Dim Sum Today
In today's China, dim sum restaurants are big and spacious with a fair amount ofbright lights lighting it all up. They often have several floors and are packed with hundreds of guests eating, reaching, shouting and gesturing for dim sum. The servings are stacked on trolleys which are wheeled from table to table by the servers. Traditionally it is young girls singing traditional verses of praise about the food as they push the trolleys. Nowadays they either shout the name of the dish they have or there is a sign hung up on the front of the trolley indicating what is served. As a guest you simply wave at the server when you hear or see what you want and he or she will come up to you. If you do not have the patience you can also walk up to the trolley to make sure you get what you want before it is finished. As one can imagine, the sound level of these restaurants is very high.

For the Chinese yum cha or eating dim sum is not only a daily form of food consumption or an occasion to spend time with your family, establish a business relation and experience social congeniality, it is also an idiom of social existence. Dim sum is mostly taken for breakfast or for lunch and Sundays are exceptionally popular for a family lunch or breakfast. On those days you have to arrive early or know someone at the dim sum restaurant if you do not want to queue for hours waiting for a table. Although it is very noisy in the restaurant and many have to queue for a long time to get a table, the Cantonese still love it. Some parents even send their children to queue for a table for the family a couple of hours in advance on Sundays. (Chinese Dim Sum by Wei-Chuan School - orientalfood)

See also :
Hanamasa
Soto

Selasa, 09 November 2010

Delicacies of Mushroom Soto

Soto is a typical Indonesian food made from meat and vegetable broth. The most common meat used is beef and chicken, but also pigs and goats. Various regions in Indonesia has its own type of Soto, with different content, such as Kediri Soto Soto Madura, Soto Betawi, Soto Padang, Soto Bandung, Soto Sokaraja, Soto Banjar Soto Medan, coto Makassar. Soto was also named after it implies, for example Soto chicken, tripe Soto, Soto goat. Soto has many similarities with the soup.

Tasty, fresh, and healthy, that's what can be disclosed when eating brown rice mushroom Soto menu. The problem, materials Soto is different from the material in general. No wonder the soup is a mainstay in the food stalls in Umoyo, Salam, Magelang, Central Java. The idea of making red rice fungus Soto began from trial and error, the article during the Soto only made of the monotony.

Soto pembutan process sanggatlah simple mushroom brown rice. At first, the fresh oyster mushrooms cleaned and then boiled for a few minutes and then removed. Furthermore, shredded mushrooms and mixed with red rice, rice noodles sliced carrots, bean sprouts, salt, flavorings, sledri leaves, fried onions, chicken broth and watered. Brown rice mushroom soup was ready to serve.

To one portion of brown rice mushroom Soto is we just pay Rp 4,000. In a day oyster mushroom soup stall is able to sell 40 to 55 servings. Uniquely, Soto served with bowls of clay, thus making the addiction will be delicious. If you're passing in Magelang, do not forget to stop by the shop Soto mushrooms brown rice. (ADO - Yon Daryono - Coverage 6)

See also:
Steak
Sushi

Senin, 08 November 2010

Sate Bandeng from Banten

The most unique of unique culinary Banten is a form of presentation in the form of Sate. Sate in addition to the duck who became a culinary mainstay of Sate milkfish Banten. Cuisine has been popular in various parts of Indonesia, with the publication of this culinary through several media, both print and electronic.

Sate famous milkfish in Banten is Sate Milkfish Mother Aliyah. This business was established since 1989, is a business down through the generations of long ago. The price offered by the Sate Milkfish Ms. Aliyah including a high of Rp. 25 thousand per head.

"The price may be more expensive but we balance it with quality taste better and different," he said.

Aliyah add useless sold cheap price but quality of taste is not noticed.
Aliyah in a single day can produce as many as 60 stab Milkfish Sate with fish of 20 kg. Sate Milkfish Mother Aliyah new innovation by providing two kinds of selection of flavors, regular flavor, sweet savory, and spicy flavor. Depending on the buyer which is the most preferred. Fish that are selected to be Sate milkfish is certainly the best fish and still fresh with the production of two days one time.

Competition banding according to the business of making Aliyah Sate, experiencing an unhealthy competition. "I used the first time that pioneered selling Sate banding along the highway towards East Serang, but now many are selling at cheap prices and a sense that does not guarantee, therefore I moved and opened this business at home," he explained.

Aliyah add in the face of competition is a challenge for him and increased the confidence to survive in the competition. (Ari / nia - koran banten)

See also:
Dim Sum
Soto

Minggu, 07 November 2010

Wine bisa melindungi jantung dan mencegah kanker

Wine merah merupakan jenis yang paling digemari. Selain warna yang menarik, Wine merah mempunyai manfaat yang sangat luar biasa. Banyak mitos yang menyatakan bahwa minum Wine dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga terhindar dari berbagai penyakit. Kenyataan tersebut menyebabkan Wine diberi julukan sebagai French Paradox.

Di Prancis, jumlah penderita jantung koroner jauh lebih kecil daripada penduduk Amerika Serikat, bahkan paling kecil dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya. Padahal, masyarakat Prancis lebih banyak mengonsumsi lemak dan merokok, serta relatif kurang bergerak. Para peneliti mengaitkan fenomena tersebut dengan kebiasaan orang Prancis yang menyukai red Wine dalam kehidupan sehari-hari.

Sebuah penelitian di Eropa menunjukkan bahwa Wine merah mengandung senyawa fenol yang lebih tinggi dari Wine putih. Fenol atau flavonoid merupakan antioksidan yang sangat kuat, sehingga mempunyai efek kardioprotektif (melindungi jantung dari serangan radikal bebas).

Flavonoid dapat mencegah oksidasi LDL (kolesterol jahat) 20 kali lebih kuat daripada vitamin E. Flavonoid terbukti mempunyai efek biologis yang sangat kuat sebagai antioksidan, menghambat penggumpalan keping-keping sel darah, merangsang produksi oksidasi nitrit yang dapat melebarkan pembuluh darah, dan juga menghambat pertumbuhan sel kanker.

Pada saat fermentasi Wine merah, senyawa flavonoid yang kompleks terurai menjadi lebih sederhana, sehingga lebih mudah diserap tubuh ketimbang yang terdapat pada buah segar. Adanya alkohol (10 persen) dalam Wine membuat kandungan flavonoid stabil.

Menurut penelitian Agricultural Research Service, US Department of Agriculture, persenyawaan kedua yang terkandung dalam Wine cukup menjanjikan untuk mencegah kanker. Penelitian yang dilakukan oleh Agnes Rimando dari Natural Products Utilization Research Unit, Oxford, Mississippi, menunjukkan bahwa pada wine ditemukan senyawa pterostilbene (terro-STILL-bien).

Senyawa tersebut memiliki kemampuan mencegah kanker sama kuatnya dengan resveratrol, senyawa antioksidan pada buah anggur yang telah lebih dahulu ditemukan. Pterostilbene juga menunjukkan daya hambat yang kuat melawan kanker payudara dalam sel.

Resveratrol pada Wine merupakan salah satu komponen yang sangat bermanfaat. Berdasarkan beberapa penelitian yang dipublikasi, resveratrol sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Gary Meszaros dan Joshua Bomser dari The Northeastern Ohio Universities College of Medicine, menunjukkan bahwa resveratrol dapat menghambat angiotensin II, yaitu suatu hormon yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan serangan jantung.

Resveratrol juga merupakan agen antikanker yang baik untuk mencegah kanker prostat, kanker paru-paru, kanker hati, dan kanker payudara. Sebuah publikasi pada The Journal of Applied Toxicology, Juli 2003, menunjukkan resveratrol dapat mereduksi komponen benzopyrene yang merupakan radikal bebas penyebab kanker.
Sebuah publikasi pada Life Science, Agustus 2003, menunjukkan resveratrol dapat menghambat proliferasi dan metastasis sel tumor. FASEB Journal dari AS juga menunjukkan resveratrol sangat bermanfaat dapat menghambat pertumbuhan sel mati penyebab kanker. Kandungan resveratrol pada Wine merah mencapai 1,5 sampai 3 miligram per liter.

Sebuah publikasi pada the Journal of Biological Chemistry, November 2005, menunjukkan bahwa wine merah dapat mereduksi penyakit alzheimer. Hal itu disebabkan kandungan resveratrol pada wine merah yang dapat mereduksi tingkat amyloid-beta peptides (Abeta). Sebuah publikasi pada The Journal of Agricultural and Food Chemistry 2006 menunjukkan bahwa wine merah dapat meningkatkan aliran darah ke otak hingga 30 persen.

Selain resveratrol, peneliti Perancis juga berhasil menemukan komponen acutimissin A pada wine merah yang merupakan antikanker. Acutimissin A tergolong dalam kelas polyphenol ellagitannin.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa acutimissin A dapat menghambat enzim yang mempunyai aktivitas seperti sel kanker. Acutimiisin A memiliki potensi 250 kali lebih baik dalam menghambat sel kanker dibandingkan obat antikanker VP-16. Selain itu, wine merah juga mengandung hormon melatonin. Hormon ini dapat membantu menenangkan pikiran, sehingga seseorang dapat tidur lebih lelap. (gaya hidup sehat - kompas)


Lihat juga :
Soto
Sour Sally

Jumat, 05 November 2010

Sate Klopo dari Jawa Timur

Campuran sate dan kelapa? Bagaimana rasanya? Jawa Timur memang banyak tersedia kuliner yang berbagai macam jenisnya, salah satunya adalah Sate klopo ondomohen Ibu Asih.

Sekilas, hidangan itu tidak berbeda dengan sate pada umumnya yang berbahan dasar daging kambing atau ayam dan dimasak dengan cara dibakar di atas arang panas. Namun, ada yang unik dari sate klopo ondomohen tersebut. Sate berbahan dasar daging sapi itu dibalur parutan kelapa.

Itulah sebabnya hidangan itu disebut dengan sate klopo (kelapa). Penyajian hidangan semakin menarik dengan tambahan nasi yang ditaburi poya, yaitu sejenis serundeng atau parutan kelapa yang disangrai. Untuk menyantap sate klopo ondomohen, konsumen bisa mampir ke warung makan Ibu Asih di Jalan Walikota Mustajab No 36.

Lokasi warung cukup strategis karena berada di kisaran pusat kota serta di pinggir jalan yang rimbun dengan pepohonan. Sembari menikmati sate klopo, konsumen bisa merasakan sejuknya udara di sekitar warung makan. Ibu Asih, sang pemilik warung makan, mengisahkan awalnya menu sate klopo itu hasil racikan mertuanya, Zaenab, yang berasal dari Madura.

Pada 1940-an, Zaenab berkeliling di seputar kawasan Genteng Kali hingga Kali Asin untuk menjajakan sate klopo yang digendongnya. “Baru pada 1945, beliau berjualan menetap di tepi Jalan Walikota Mustajab, di depan Gang Ondomohen, selama 42 tahun,” ujar Asih yang merupakan generasi kedua penerus bisnis kuliner laris itu.

Setelah sang mertua “pensiun” dari bisnis kuliner, Asih melanjutkan usaha tersebut pada 1998. Lambat laun pelanggan warung sate Asih terus bertambah, dan hidangan satenya laris manis diserbu konsumen. Keuntungan dari berjualan sate itu, kata Asih, ditabung sedikit demi sedikit untuk membuka warung makan yang lebih permanen.

Pada Mei 2010, Asih berhasil mendapatkan tempat seluas 50 meter persegi yang dia beli dengan harga 1 miliar rupiah. Meski terkesan sederhana, depot Ibu Asih yang buka dari pukul 6.30 WIB hingga 23.00 WIB itu mampu menyajikan suasana yang nyaman bagi pengunjung.

Apalagi dengan dilengkapi sebuah televisi LCD berukuran sedang yang ditempelkan pada dinding depot, pengunjung semakin merasa terhibur. Suasana tempat makan memang kerap memengaruhi selera ketika menyantap makanan. Makanan yang lezat plus suasana tempat makan yang asyik tentunya akan membuat pengunjung benar-benar merasa terpuaskan.

Kedua hal itu, makanan yang nikmat serta tempat makan yang nyaman, tampaknya bisa didapati di depot Ibu Asih. Coba saja sate kelapanya yang renyah ditambah dengan bumbu spesial yang benar-benar menggoyang lidah. Menurut Asih, bumbu sate yang diracik dari kacang tanah asli Tuban, Jawa Timur, itu plus bumbu rahasia, menjadikan sate kloponya terasa spesial.

“Kacang Tuban dipilih karena rasanya manis dan gurih,” tutur dia. Rasa bumbu sate klopo memang benar-benar lezat. Karenanya, tidak heran apabila konsumen kerap menggadonya meskipun sate dan nasi telah ludes disantap. Selain sate kelapa yang berbahan daging bagian lulur dalam, para pencinta sate bisa mencoba sate usus, sate sumsum, dan sate otot.

Untuk urusan harga, konsumen tidak perlu khawatir karena cukup terjangkau. Harga 10 tusuk sate hanya 15 ribu rupiah. Jika pengunjung ingin mencicipi sate kelapa tanpa lemak, cukup merogoh kocek 16 ribu rupiah. Sate otot harganya 16 ribu rupiah, sate usus 15 ribu rupiah, dan sate sumsum 17 ribu rupiah.

Bila menikmati sate dengan sepiring nasi, pengunjung tinggal menambah 3 ribu rupiah. Menikmati sate bisa pula dengan tambahan sebungkus lontong yang dihargai 2 ribu rupiah. Berbicara rasa sate, hmmm… benar-benar mantap. Satu tusuk sate kelapa yang terdiri dari dua potong daging berukuran setengah ibu jari orang dewasa dan sepotong gajih (lemak) yang dibakar dengan tingkat kematangan pas terasa empuk, nyaris selunak daging kornet. (koran Jakarta)

Lihat juga :
Ice cream
Soto

Rabu, 03 November 2010

Zangrandi's Building

When in Jakarta, you can try Ice cream Ragusa, so when you're in Surabaya, which is almost the same atmosphere you'll meet at the Ice cream Zangrandi. Both Ragusa and Zangrandi Ice Cream Ice cream is a restaurant founded by the Italians. Zangrandi Zangrandi founded by Renato from Italy in 1930. Ice cream is popular in the city of Heroes since the Dutch colonial era and became a favorite among many since that time.

The building of this place is still a building with Dutch architecture and became one of cultural heritage in Surabaya. Therefore, the shape of the building is still maintained as when first built. Zangrandi indeed historically valuable buildings because these buildings have existed since the Dutch colonialism in Indonesia. Doors and windows and furnishings that are used such as peach-colored wicker chairs and desk make the atmosphere of the past more so.

To enjoy ice cream, you can try to sit in the room with a capacity that is not too much. However, the page structure has a considerable capacity for visitors. Enjoying ice cream at the top of the page, you will feel the gusts of wind that move freely and look at passing vehicles. You can see passing vehicles because Zhangrandi located in the main street. Negative effects, dust, fumes and sunlight can interfere with comfort. When evening comes, you look at the city lights while menikmat ice cream, creating a romantic atmosphere.

Because of its popularity, ice cream Zangrandi also has several branches in Singapore, namely at the Galaxy Mall, Tunjungan Plaza, Plaza Surabaya, Atum Mall, Market Atom, and Bonnet Supermarket. This allows you who want to try this ice cream. You can choose the nearest place even though the atmosphere will be more impressive if you enjoy at home.

Feeling nostalgic atmosphere of the past or in the town hero trying Zangrandi old ice cream delights can be an enjoyable experience while in the city of Surabaya. (Kumpulan.info)


See also:
Steak
Soto

Minggu, 31 Oktober 2010

Anggur Merah yang Lembut

Carbenet Sauvignon
Jika Wine putih / hijau nya yang populer dengan Carbenet Chardonnay Sauvignon dapat dikatakan bintang jenis wine merah. Alasannya adalah karena sebagian jenis wine mudah tumbuh di daerah beriklim sedang hangat dan pemeliharanya 'rewel' tidak. Banyak hasil di Perancis (Bordeaux), Italia, Amerika Serikat (California), Chile, Australia dan Afrika Selatan. blackberry karakter buah yang kuat dan juga memiliki tingkat yang lebih tinggi tanin (rasa Sepat) tinggi dibandingkan dengan jenis lain anggur. Tidak jarang para penggemar menjuliki Carbenet Sauvignon anggur sebagai anggur yang keras kepala dan tangguh.

Pinot Noir
Di antara berbagai jenis anggur, Pinot Noir dapat dikatakan sebagai budidaya anggur yang paling sulit. Menariknya meskipun jenis yang sama Pinot Noir tetapi rasa dan karakter dari anggur yang dihasilkan bisa berbeda. Yohan Handoyo dalam bukunya menyebut anggur ini memiliki kepribadian ganda. Karakter Pinot Noir kadang-kadang saja menerbitkan stroberi saja, tetapi ketika diproses, lebih khusus blackcerry karakter, coklat (gelap), jamur (jamur) sampai cerutu juga akan kita dapatkan. Tapi justru karakter Pinot Noir yang tidak mudah ditebak membuat jenis anggur yang dijual di pasar. Karena pecinta wine akan bisa mendapatkan kejutan yang tak terbayangkan coba meskipun Pinot Noir. Ini anggur yang baik jesnis berasal dari Prancis (Burgundy dan Champagne), California (Oregon), Australia, Selandia Baru dan Chile. Bicara dalam hal warna, warna Pinot Noir memiliki lebih muda dari Carbenet Sauvignon, bahkan begitu puas tanin nya yang bisa dikatakan lebih lembut.

Shiraz
Banyak diproduksi di Australia, Afrika Selatan, Prancis (yang terkenal dari Lembah Rhone), USA (California) juga Chili. Di Perancis, Syrah Shiraz disebut dengan nama, jadi Shiraz dan Syrah adalah sama. Memiliki berbagai rasa dan satu adalah karakter cirri kkasnya lada hitam dan lada putih dia. Ada juga karakter coklat (gelap), violet, kopi, tembakau, cerutu, vanili sampai karakter daging binatang liar (game).

Merlot
Adalah jenis anggur yang menghasilkan anggur rasa lembut. Menurut para ahli, anggur, Merlot adalah sepasang anggur diproduksi oleh Carbenet Sauvignon (kuat). Pertumbuhan ini tidak jauh dari memproduksi Carbenet Sauvignon, yaitu di daerah Perancis, Italia, Chile, Argentina, Australia, Afrika Selatan dan Amerika Serikat (California). Ini mengandung tanin yang lembut dan karakter buah seperti kismis hitam, blackberry, stroberi, plum hingga karakter tembakau, kopi dan cokelat lembut.

Sumber: seleramagazine


Lihat juga : Soto, Sour Sally

Kamis, 28 Oktober 2010

Brown Bokoran Soto

Bokoran called because the house of the owner of Soto Bokoran located on Jl. Bokoran. In contrast to the soup soto la semarang mostly clear. Bokoran Soto has a golden brown sauce. It turned out that the brown color is derived from the chicken broth used as the basis for soup broth mixed with satay sauce.

As in most small shop in Semarang soto, satay chicken or broil a companion in eating offal soup. Usually sate put in a bowl containing a brown gravy. Brown color is derived from the basic material in the form of a mixture of brown sugar sauce and soy sauce.

There is one more side dish that is rarely found in other soto stall, namely egg sauce. Eggs seem dibacem with duration of egg cook for 5 hours. Basic materials also use duck eggs instead of chicken eggs ordinary.

One serving sotonya Rp.6.000 priced. And that little distinguishes the soup mostly tomato pieces are very large. Pretty juicy when we eat this soup bokoran.
Oh yea if you want to eat in this shop do not come during the day because the soup is guaranteed already been sold out. This shop is open from 6 am to 12 noon. But at the weekend will be closed more quickly since exhausted before closing hours.

Warung Soto Bokoran already lasted for 40 years selling in Semarang. So soto bokoran is arguably one of the culinary wealth semarang that deserve to be maintained.
These stalls can be found at Jl. Plampitan. From the Simpang 5 - Jl. Gajah Mada - at the crossroad turn right after Hotel Gumaya. Apparently the first alley to the right was already Jl. Plampitan. (Didut - jago makan.com)

See also: ice cream

sate

Rabu, 27 Oktober 2010

Uniqueness of Soto

Soto could be called typical food of the Indonesian people. In many parts of the country, can be found in various kinds of soto according to the origin. His name is different, it looks all sorts, it was also varied.

THERE clear broth soup, some are a bit murky. Some use glass noodles or vermicelli noodles, some filled with potatoes, there are mixed taogc. There was even a kind of soup is just gravy and sauce was just diguyurkan to grilled ribs or people more familiar with bakar.Toh ribs soup, still there are similarities because both soto. Want soto padang, soto makassar, Lamongan soto, soto madura, soto ambengan, or holy soup, a thick spice flavor characteristics remain similar.

"Indeed, of all the soup tastes that exist in Indonesia, on average, have similar taste. So even with spices, which are frequently used main turmeric and laos. Because, in general, a clear soup with coconut milk and colors will remain yellow, though there is a thick yellow is the usual course, "said Naniek, soto traders from Solo, Java Tengah.Banyaknya soto obvious choice in Soto Nusantara Festival held Warta Kota, last week, in the court Fatahilah Museum, West Jakarta.

At least there are 25 kinds of soup from the various regions. In a festival that can be felt how detailed the unique flavor soup dishes disajikan.Sebagai archipelago, the diversity of each region owned soup is a culinary overview of the wealth in this country. Although there are similarities sense, but in terms of content and detail terkecap taste on the tongue, soup is a dish that deserves to be explored enjoyment of taste.

"Although there is the same from the flavor and taste in general, let alone how closely the flavor and spicy sauce makassarese soto, soto madura delicious with chicken village, and the strong sense that menyedak flavor of coconut milk mixed with plain soup, taste it all. And , for enthusiasts of traditional foods is an archipelago of different sensations, "says Rajat, owners laos soto Pekalongan.

If viewed in terms of content soto, soto concoction results from various regions do have uniqueness. Starting from just a chicken meat and eggs, there are also soup filled beef marrow at the time, plus milk, some use ribs, tripe, lung, lalal, until the tendon sapi.Keragaman soto more obvious when looking at how to serve it. Clearly, the soup was always known as berkuah cuisine and fresh. (Bataviase)

See also: steak

dim sum