Tampilkan postingan dengan label ramen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ramen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Oktober 2010

Ramen Outside Japan

Ramen has become popular in China in recent years where it is known as rìshì lāmiàn (日式拉面, "Japanese Style lamian"). Popular Japanese ramen chains serve ramen alongside distinctly Japanese dishes such as tempura and yakitori, something which would be seen as odd in Japan.

Wagamama, a successful pan-Asian chain with establishments mainly in European cities, is known for its noodle soups marketed as ramen (but which are quite different from ramen in Japan).

Ramyeon (라면) is the Korean version of ramen. Ramyeon in Korea is a popular instant meal. Korean ramyeon is known to be hot and spicy, as its soup is usually flavored with chili peppers. There are many varieties of Korean ramyeon, such as kimchi-flavored, seafood-flavored and beef-flavored. Some restaurants serve variations of ramyon with different flavors. It is usually served with vegetables, such as carrots and green onions, and eggs on top.

In Central Asia the dish has thicker noodles, is significantly spicier, and is known as laghman.

In North America, Japanese instant noodles were imported starting in the 1970s bearing the name "ramen." And so the term ramen is often used in North America to refer to instant noodles. Many restaurants now exist, however, that specialize in Japanese-style ramen, especially in California, and also in urban areas with large demand for Asian cuisine, such as Vancouver, Toronto, Chicago, New York, Houston, and Seattle.

Source : en.wikipedia.org

Look also : sate, sushi

Jumat, 15 Oktober 2010

Sup Ramen

Sup ramen umumnya dibuat dari saham berdasarkan ayam atau babi, dikombinasikan dengan berbagai bahan seperti kombu (kelp), katsuobushi (skipjack tuna serpih), niboshi (kering sarden bayi), tulang daging sapi, shiitake, dan bawang, dan kemudian dibumbui dengan garam, miso, atau kecap. gaya lain yang muncul kemudian termasuk kari ramen dan rasa lainnya.

Kombinasi yang dihasilkan biasanya dibagi menjadi empat kategori (meskipun variasi baru dan asli sering membuat kategorisasi ini kurang jelas):

* Shio ("garam") ramen mungkin adalah tertua dari empat dan, seperti maotang Cina (毛 汤). Ini adalah ramen paling ringan, sebuah, pucat jelas, kaldu kekuningan dibuat dengan banyak garam dan berbagai kombinasi dari ayam, sayuran, ikan, dan rumput laut. Kadang-kadang tulang babi juga digunakan, tetapi mereka tidak direbus selama mereka adalah untuk ramen tonkotsu, sehingga sup tetap terang dan jelas. Shio umumnya jenis ramen sehat; kadar lemak cenderung rendah, dan sayuran segar seperti kol, daun bawang, bawang, dan rebung biasanya menghiasi sup sederhana dan mie keriting. Chāshū kadang-kadang swap keluar untuk bakso ayam ramping, dan plum pickled dan kamaboko merupakan topping populer juga. Noodle tekstur dan ketebalan bervariasi antara ramen shio, tetapi mereka biasanya lurus daripada keriting.

* Tonkotsu ("tulang babi") ramen biasanya memiliki kaldu berwarna putih berawan. Hal ini mirip dengan baitang China (白汤) dan memiliki kaldu tebal yang terbuat dari tulang babi mendidih, lemak, dan kolagen dengan api besar selama berjam-jam, yang suffuses kaldu dengan rasa daging babi hangat dan konsistensi krim yang meleleh saingan susu atau mentega atau saus (tergantung toko). Kebanyakan toko, tapi tidak semua, campuran ini kaldu babi dengan sejumlah kecil kaldu ayam dan sayur dan / atau kecap. Saat ini tren terbaru di topping tonkotsu adalah Mayu (マー 油 / 麻油), minyak, kehitaman aromatik yang terbuat dari biji bawang putih atau Sesame baik hangus hancur. Mie yang tipis dan lurus. Ini adalah khusus dari Kyushu dan sering disajikan dengan Beni (acar jahe) shoga.

* Ramen Shoyu biasanya memiliki kaldu berwarna coklat dan jelas, berdasarkan saham (atau kadang-kadang ikan atau daging sapi) ayam dan sayuran dengan banyak kecap ditambahkan menghasilkan sup yang tajam, asin, dan gurih namun masih cukup terang pada langit-langit . Shoyu ramen biasanya memiliki mie keriting daripada yang lurus, tapi ini tidak selalu terjadi. Hal ini sering dihiasi dengan rebung diasinkan atau menma (麺 妈), bawang hijau, kamaboko (kue ikan), nori (rumput laut), telur rebus, tauge dan / atau lada hitam, kadang-kadang sup juga akan berisi minyak cabe atau Cina rempah-rempah, dan beberapa toko melayani irisan daging sapi bukan chāshū biasa.

* Miso ramen adalah pendatang baru relatif, telah mencapai keunggulan nasional sekitar 1965. Ini ramen unik Jepang, yang dikembangkan di Hokkaido, fitur kaldu yang menggabungkan jumlah berlebihan miso dan dicampur dengan kaldu ayam berminyak atau ikan - dan kadang-kadang dengan tonkotsu atau lemak babi - untuk membuat sup, tebal gila, sedikit manis dan sangat lezat . kaldu ramen Miso cenderung memiliki rasa, kuat tajam, sehingga berdiri dengan berbagai topping beraroma: pasta kacang pedas atau tōbanjan (豆瓣 醤), mentega dan jagung, daun bawang, bawang, tauge, daging babi tanah, kubis, biji wijen , lada putih, dan bawang putih cincang yang umum. Mie biasanya tebal, keriting, dan sedikit kenyal.

Bumbu biasanya ditambahkan ke ramen adalah lada hitam, mentega, cabai, biji wijen, dan bawang putih dilumatkan. resep Sup dan metode persiapan cenderung dijaga ketat rahasia.

Beberapa restoran juga menawarkan sistem yang dikenal sebagai kae-dama (替え玉), dimana pelanggan yang telah selesai mie mereka dapat meminta "isi ulang" (untuk beberapa ¥ 100 lebih) yang akan dimasukkan ke dalam sup sisa mereka.

Sumber : wikipedia


Lihat juga :


pasta




dim sum

Kamis, 14 Oktober 2010

Resep Soto Padang

Racikan soto khas ranah Minang ini aromanya sangat harum. Irisan daging yang gurih beradu dengan perkedel kentang yang lembut. Hmm... sedap!

Bahan:
250 g daging has luar sapi
2 sdt garam
1 liter air
2 sdm minyak sayur
2 lembar daun jeruk
1 batang serai, memarkan
1 batang daun bawang, iris kasar
Haluskan:
6 butir bawang merah
3 siung bawang putih
2 buah cabai merah
1 butir kapulaga, kupas
1 cm jahe
½ cm kunyit
½ sdt merica butiran
2 sdt garam
Pelengkap:
Perkedel kentang
kerupuk merah
sambal rawit merah
2 butir telur rebus, kupas, potong-potong
75 g suun, seduh air panas hingga lunak, tiriskan
1 batang seledri, iris halus
2 sdm bawang merah goreng

Cara membuat:

* Rebus daging sapi bersama garam hingga lunak. Tiriskan daging.
* Iris melintang tipis, memarkan hingga agak pipih.
* Sisihkan kaldunya sebanyak 1 liter
* Goreng hingga kecokelatan dan kering. Tiriskan.
* Suwir- suwir kecil. Sisihkan.
* Tumis bumbu halus bersama daun jeruk, serai dan daun bawang hingga wangi.
* Masukkan ke dalam kaldu. Didihkan dengan api kecil.
* Penyajian: Taruh suun, telur, perkedel dan daging dalam mangkuk saji.
* Tuangi kaldu panas.
* Taburi bawang merah, seledri dan kerupuk.
* Sajikan panas.

Untuk 6 orang


Sumber : Odilia Winneke - detikFood.com


Lihat juga : ramen, dim sum, hanamasa, burger king, wine 

Marutama Ra-men

Bagi penggemar makanan Jepang, menu ramen pasti bukan menu baru. Ramen disukai karena kuahnya yang kental dan gurih. Secara umum, kuah ramen terbagi menjadi 4 tipe dari kaldu yang digunakan, yakni Shio (bahan dasar garam), Tonkotsu (berbahan dasar tulang babi), Shoyu (berbahan dasar kecap Jepang), dan Miso (berbahan dasar kedelai). Mencoba menciptakan sesuatu yang baru, Tetsuya Kudo, chef sekaligus pemilik Marutama Ra-men, menciptakan ramen yang kuahnya terbuat dari kaldu ayam (Toripaitan).

Sejak tahun 2001, Tetsuya Kudo membuka Marutama Ra-men di Jepang, hingga kini, ia memiliki 4 cabang di Jepang, 4 lagi di Singapura, dan kini ia membuka gerai terbaru di Jakarta, tepatnya di lantai basement gedung Sentral Senayan I. Desain interiornya memang dibuat bergaya ala Jepang, meski masih kental pula kesan minimalisnya.

Diklaim oleh pihak Marutama Ra-men, ramen yang terbuat dari kaldu ayam (Toripaitan) ini merupakan yang pertama di Indonesia. Memang, ketika Kompas Female mencicipi kuah Marutama Ra-men terasa gurih dan cukup kental. Bagi mereka yang suka rasa asin-gurih, bisa jadi suka dengan rasa ini. Namun, untuk yang tak biasa, bisa jadi agak sulit untuk menerimanya. Menurut beberapa rekan wartawan, ada yang mengatakan menyukai rasanya, tapi ada pula beberapa teman yang mengatakan rasa gurihnya terlalu kuat dan pekat, sehingga mereka tak sanggup menghabiskan mangkuk sajiannya.

Mie yang ada di dalamnya cenderung tak memiliki rasa, tetapi ditambah dengan suwir-suwir daging ayam empuk yang rasanya lebih asin dari kuahnya, membuat paduan cukup unik dan mengundang selera. Tamago, atau telur rebus yang bagian dalamnya setengah matang menimbulkan aroma yang cukup menyengat, bagi mereka yang tak suka baunya, mungkin bisa minta untuk memisahkan tambahan tersebut. Selain itu, potongan rumput lautnya juga memberi aroma yang cukup khas.

Harganya mungkin cenderung di atas rata-rata, namun dibarengi dengan porsi yang cukup besar, masih tergolong sepadan. Bisa jadi pula harga tersebut karena ditujukan untuk target pasar yang cenderung pebisnis, karena letaknya di perkantoran, dan pusat kota. Untuk informasi tambahan, di negeri asalnya, Jepang, penikmat ramen biasa menggunakan daging babi sebagai topping. Marutama Ra-men juga menyediakan topping ini, jika Anda ingin, silakan dipesan. Bagi Anda yang tak mengkonsumsi daging babi, jangan takut, "Di sini, wadah untuk daging dipisah, jadi tidak bercampur dengan topping yang lain," jelas Angel.

Dikatakan pula oleh Angel, sebagian besar pengunjung Marutama Ra-men di Singapura dan Jepang adalah wanita. Menurut Kudo-san ini dikarenkan pada saat pemrosesan kuahnya, terdapat kolagen yang dipercaya mampu membantu kulit lebih kenyal. Tertarik?

Marutama Ra-men, lantai basement Gedung Sentral Senayan I, Jl Asia Afrika No 8, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan.


Sumber : NAD - female.kompas.com



Lihat juga : hanamasa, burger king

Rabu, 13 Oktober 2010

Masakan Korea

Masakan Korea adalah makanan tradisional yang didasarkan pada teknik dan cara memasak orang Korea. Mulai dari kuliner istana yang pelik sampai makanan khusus dari daerah-daerah serta perpaduan dengan masakan modern, bahan-bahan yang digunakan serta cara penyiapannya sangat berbeda. Banyak sekali makanan Korea yang sudah mendunia. Makanan yang dijelaskan di sini sangat berbeda dengan makanan yang disajikan dalam kuliner istana (surasang), yang sampai saat ini juga dinikmati sebagian besar masyarakat Korea.

Masakan Korea berbahan dasar sebagian besar pada beras, mi, tahu, sayuran dan daging. Makanan tradisional Korea terkenal akan sejumlah besar makanan sampingan (lauk) yang disebut banchan yang dimakan bersama dengan nasi putih dan sup (kaldu). Setiap makanan dilengkapi dengan banchan yang cukup banyak.


Berikut jenis-jenis makanan Korea yang berbahan dasar mie :

* Naengmyeon (냉면; Korea Utara: 랭면, Raengmyŏn; "mie dingin"): mie khas Pyeongyang yang biasa dikonsumsi pada musim panas. Terdapat banyak jenisnya, umumnya mie tipis yang terbuat dari tepung buckwheat (jenis gandum), dihidangkan dengan kuah tulang sapi, ditambah macam-macam bumbu, sayuran, telur rebus dan daging sapi. Naengmyeon jenis ini disebut juga mul naengmyeon (naengmyeon air) untuk membedakannya dengan Bibim Naengmyeon, yang tidak berkuah, namun dicampur dengan gochujang yang pedas lalu dililit seperti sate. Variasi lainnya adalah mulhoe naengmyeon atau naengmyeon dengan makanan laut.

* Japchae (잡채): tumisan dangmyeon. Dangmyeon (bihun) terbuat dari tepung kentang, lalu dimasak dengan sayuran, daging sapi dan bumbu rempah-rempah, kadang-kadang juga divariasikan dengan tambahan makanan laut contohnya haemul japchae (japchae gurita).

* Jajangmyeon (자장면): mie saus kacang kedelai hitam yang sangat digemari di Korea. Asalnya adalah mie khas Beijing (RRT) yang diadaptasikan dengan cita rasa Korea.

* Kalguksu (칼국수): mie tipis dengan kuah ikan tuna dan sayuran.

* Ramyeon (라면): mie ramen khas Korea, namun agak berbeda dengan ramen dari Jepang. Ramyeon Korea dapat pula berarti mie instan yang dijual kemasan. Ramyeon dimasak dengan kuah yang sangat pedas dan biasanya ditambah sayuran, daging atau kimchi.


Sumber : wikipedia


Lihat juga : sate, sushi, seafood

Fakta tentang Es Krim

Siapa sih yang tidak menyukai es krim (ice cream)? Hidangan beku dengan aneka tampilan ini, selain memiliki rasa yang lezat ternyata juga mengadung unsur gizi yang cukup lumayan tinggi. Sumbangan nilai gizi terbesar pada es krim berasal dari bahan baku dasarnya, yaitu susu. Itu sebabnya es krim memiliki nilai gizi tinggi dibandingkan dengan jenis minuman lainnya.

Pantas saja, tak hanya ibu hamil, anak-anak balita pun juga sangat dianjurkan untuk mengkonsumsinya. Bahkan dalam kondisi si kecil sakit sekalipun, es krim boleh dikonsumsi. Namun dengan catatan, si kecil tak memiliki alergi dingin.



Salah kaprah soal es krim

*Dengan alasan takut bobot tubuh janin menjadi besar, ibu hamil tidak boleh mengkonsumsi es krim. Padahal, anggapan ini salah besar! Es krim adalah makanan yang dikonsumsi sebagai kudapan. Itu sebabnya, es krim tidak akan menambah energi terlalu banyak jika dikonsumsi secara wajar. Jumlah konsumsi es krim yang wajar untuk ibu hamil adalah dua hingga tiga cangkir per minggu.
*Es krim bukan penyebab batuk pilek. Sebab, ketika masuk ke mulut, es krim dengan segera akan meleleh. Pelelehan es krim dengan cepat dipacu oleh pengaruh suhu tubuh, sehingga saat es krim masuk ke kerongkongan suhunya sudah tidak sedingin air es.
*Tak boleh minum es krim dikala sakit. Anggapan ini juga salah besar. Ketika si kecil sakit, kadangkala tubuhnya membutuhkan banyak cairan agar tidak mengalami dehidrasi. Es krim yang juga mengandung air dapat digunakan sebagai penyedia cairan tubuh. Apalagi rasa dan teksturnya yang lezat pasti sangat disukai oleh anak-anak, sehingga mengkonsumsinya akan sangat membantu penyembuhan sakit si kecil. Meskipun demikian, es krim sebaiknya dihindari oleh penderita radang tenggorokan, amandel, atau asma. Sebab, ketiga penyakit ini dapat kambuh apabila terkena oleh suhu dingin.



Manfaatnya bagi tubuh


Di dalam bahan dasar es krim, yaitu susu terdapat lebih dari 100.000 jenis molekul. Selain air dan lemak, molekul-molekul tersebut mencakup protein, karbohidrat, mineral, enzim-enzim, gas, serta vitamin A. C dan D. Selain itu juga susu mengandung beberapa komponen bioaktif berupa protein susu, laktosa, asam-asam lemak dan mineral, terutama kalsium. Itu sebabnya produk-produk turunan susu, termasuk es krim juga memiliki kontribusi yang tinggi bagi kesehatan tubuh.

Salah satu komponen dari golongan karbohidrat yang terdapat pada es krim adalah laktosa. Laktosa, selain dapat menambah cita rasa ternyata juga dapat mempertahankan palatabilitas (rasa enak) pada es krim. Sedangkan fungsi asam lemak dan asam linoleat pada es krim adalah untuk meningkatkan aktivitas antipatogenik, antibakteri, dan antiviral. Kandungan kalsium pada es krim bermanfaat untuk menjaga kepadatan massa tulang, pencegahan osteoporosis, kanker, serta hipertensi.


Sumber : conectique.com



Lihat juga : ramen, sate, sushi

Enaknya Es Krim Yoghurt

Pulang setelah menuntaskan akhir pekan di Lembang, jangan lupakan keluarga atau tetangga yang tidak ikut menghabiskan liburan di wilayah di Kabupaten Bandung Barat ini. Oleh-oleh produk susu di sana sekiranya bisa dijadikan sebagai alat untuk berbagi kesenangan rekreasi.


Ice cream yoghurt boleh dicoba. Toko oleh-oleh Serba Susu di Jalan Sesko AU No. 7, misalnya, memproduksi "Yoghurt Ice Cream Serba Susu". Tak seperti yoghurt beku (frozen) biasa yang diselingi semacam bulir air membeku, menu penutup yang dikemas dalam mangkuk (cup) layaknya es krim yang diproduksi massal ini teksturnya lembut.

"Bahan baku susu untuk es krim yoghurt ini tidak ada campuran air," ungkap Lucy T. Mayasanti, 33 tahun, pemilik toko sekaligus sang pembuat es krim yoghurt kepada Tempo, Minggu, 25 Juli 2010..

Yoghurt Ice Cream Serba Susu, kata Lucy, terdiri atas 80 persen unsur yoghurt dan 20 persen unsur krim. Krim inilah yang membuat teksturnya mirip seperti es krim, tetapi berasa asam.

Es krim ini tersedia dalam empat rasa. Ada rasa leci, mangga, blueberry, dan straberi. Di bagian atasnya, dibubuhi potongan buah asli. Potongan tersebut disesuaikan dengan rasa adonan es krim.

Sementara itu, rasa es krim yoghurt berasal dari sari buah. "Buah dijus untuk diambil sarinya lalu dicampur dengan yoghurt," tutur Lucy.


Sumber : tempointeraktif.com


Lihat juga : ramen, sate, sushi